Tampilkan postingan dengan label mom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mom. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Endless Love

0 commentfootprint
She is my supermom \m/

Saya kangen ibuk.
Saya kangen magelang.
Dan jujur, saya kangen kamu.
Oke, kembali ke kangen ibuk.  #mengalihkantopikpembicaraan  #diem  #takutdibilangcumateori
Gak ada habis-habisnya aku membicarakan ibu'. :)
Tolong jangan hentikan aku untuk terus membicarakan beliau.
Beberapa hari yang lalu aku gonta-ganti memakai display picture ibu' di bbm.
Voila, ternyata banyak yang ngechat dan bilang kalau itu 11:12 sama mukaku. Aulia versi tua.nya. Haha
Tapi gak sedikit yang bilang kalau memang cantikan ibuku. Ampun dije, saya mengakuinya.
It makes me more loving her. Kyaaa <3

Kamis, 22 Desember 2011

Ibuk ~dengan tekanan "k" diakhir kata~

0 commentfootprint
jejak usang, kiri-kanan, mbk,ibuk,aul,mas
Hari ini hari ibu ya?
Sempat tadi setelah membuka mata pertama kali hal yang kupikirkan adalah sms ibuk. Sekedar mengucapkan selamat hari ibu, berujar doa, dan sama mengamini.  Sebenarnya hari mengkhususkan itu hanyalah sebuah momentum, kesannya kalo gitu tanggal 22 desember aja kita ingetnya sama ibu ya? Kayak kita baru inget lagu kebangsaan Indonesia kalo pas 17-an aja. Miris atau bangga?
Pagi ini pun segala jejaring sosial, twitter, fb, PM BBM, DP BBM, bertemakan ibu, benar-benar dari hati atau hanya mengikuti arus tuk sekedar dicap sebagai anak berbakti oleh orang lain? Lagi-lagi, saya itu skeptis banget yah. Hahahah yah urusan orang lainlah. 

Ibuk, saya suka memanggilnya begitu, dengan tekanan pada akhiran konsonan "k", bukan mama, bunda, mami, emak, biyung atau sebutan lain bagi induk semang manusia itu. Kalo memanggil "ibu" saja terkesan jadi pelajaran bahasa indonesia dulu sewaktu SD, "ibu" itu "ibu-nya" B-U-D-I. Ingat? I-N-I   I-B-U    B-U-D-I. Dan saya A-U-L-I-A bukan Be-U-De-I. Sekian.

Jujur, saya semakin dekat dengan ibuk semenjak remaja ini, dulu kalo boleh saya bilang, perhatian ibuk tendensius ke mbk saya, apa-apa mbk saya, dibeliin apa-apa mesti buat mbk, sampe-sampe saya lupa saya itu dulu punya boneka gak ya? Tapi yang saya tau, mbk-lah yang sering maen maenan cewek begituan. Masa kecil saya malah kebanyakan di luar rumah, maenan layangan, panjat pohon rambutan, maen beteng-betengan, maenan rumah-rumahan tanah, masak-masakan di kebon, petak umpet, kebanyakan temen rumah pun anak laki-laki. Pokoknya dulu saya dekil, kecil, item, idup pula, tipe bocah yang di "Bocah Petualang"  itu, ya semua berkat disorientasi pergaulan #pokpokjidat. Nah, semenjak mbk saya nikah ini juga, saya jadi apa-apanya lari ke ibuk, sampe-sampe curhat soal ehm ehmm kaum adam #blushing. Ibuk saya tahu semuanya. Memang terkadang kami sering berbeda pendapat dalam menanggapi permasalahan tertentu, gak memungkiri kadang saya suka ngambek, marah-marah gak jelas bahkan sempet pernah ngebentak gara-gara saking meledaknya saya. Tiba-tiba, semua itu membuat saya merasa bersalah, menangis, setitik nila membuat adukan susuku berubah warna.
Sekarang, setelah semakin mengerti betapa perjuangan ibuk saya berat, sejauh apapun saya ingin menggamit tangan keriputnya, memberikan setitik embun di masa tuanya, menjadi buah yang masak dan memetikan untuknya. Sungguh, demi apapun di dunia ini, "ya Allah ya rakhiiim, tolong lindungi ibuku, selagi tangan saya tak mampu merangkul, berilah dia kekuatan tuk jalani sisa umurnya di kala saya tak mampu memapah, payungi beliau di bawah ridho-Mu di kala saya tak mampu memberikan apa yang beliau ingini, berikan sandaran di waktu bahu saya berkilo-kilo meter jauhnya dari tempat beliau berada, hapus air matanya di kala saya tak mampu menyekanya, Saya mohon beri kesempatan tuk beliau bernapas lebih lama sebelum saya benar-benar memberikan embun penyejuk untuknya, hamba mohon dengan segala kerendahan hati dengan segala kepapa-an hamba, dengan segala daya upaya hamba, hamba mohon dengan amat sangat, ya rahmaan."

Sebelum hamba siap melihat beliau terbujur kaku, hanya dengan selembar kain putih yang membelit,
sebelum orang-orang itu mendendangkan symphoni dari ayat suci YaasinMu, sebelum mereka berbondong-bondong memandu tubuh kaku itu ke tempat peristirahatan terakhirnya, saya mohon ridhoi hamba menjadi anak yang berguna, setidaknya berguna bagi hidup saya dan orang tua khusus ibuk saya. :"(

"Sometimes I feel my heart so lonely but it's ok, no matter how they just left me and I don't care, whenever the rain comes down and it's seems there's none to hold me, she's there for me, she's my mom.
Just for my mom, I write this song
Just for my mom, I sing this song
Just for my mom, can wipe my tears
Just for my mom, can only here
Trap in a subway, can't remember the day but I feel ok, damped in damn situation, in every condition with no conclusion, whenever the rain comes down and it's seems there's none to hold me
She's there for me, she's my mom

You may say I have none to cover me under the sun
She's there for me, she's my mom"


Sujud sungkem untuk ibuk, 
anakmu yang sedang berjuang untukmu.


Jumat, 28 Oktober 2011

Ibuku, Seorang Buruh Negara

0 commentfootprint
Ada setitik kebahagiaan yang terpancar dari orang-orang yang kutemui tadi siang di antara gundukan sampah yang menggunung, dibalik rerimbunan plastik kotor campur bau menyengat yang tak hilang-hilang terperangkap di bulu hidungku. Ah, tak apa. :) 
Hari ini adalah hari ulang tahun temanku, Sheilla Monica Kuncoro Putri. Selamat ulang tahun teman :). Semoga senyum orang-orang yang kau beri sedikit ganjalan perut tadi menghantarkanmu sebagai amal, penyelamat hidupmu kelak setelah hidup dari kehidupan ini. Kami berdua berkeliling Solo tadi siang, untung matahari sedang bersahabat tak menampakkan kesombongan ultravioletnya kepada kami. Menyusuri jalan sempal alias aspal item palsu, lha wong pembangunannya memakan banyak biaya tak berbanding lurus dengan hasil yang diekspetasikan. Paling 2-3 tahun itu jalan sudah berlobang, digerogoti dosa para pengambil hak orang. Dari satu TPA ke TPA yang lain, mencari sosok-sosok para pengais sisa-sisa rejeki tuk sekedar menyambung hidupnya. Dari guratan-guratan mereka, terlihat jelas, bahwa sudah berpuluh tahun mereka mencoba menakhlukan bahtera kehidupan yang tak kunjung berlabuh di pemberhentian secercah kenyamanan hidup. Aku miris. Bagaimana mereka tahan bergumul sepanjang waktu dalam tumpukan belatung yang menjadi kawan, berparfum aroma cendawan bahkan berbau busuk sekalipun. Aku senang meskipun hanya mengantar temanku membagikan sekotak pengganjal perut yang mungkin lumayan bagi mereka bertahan beberapa jam kemudian. Orang-orang itu mengingatkanku pada seseorang yang sangat berarti, yang memperjuangkan hidup orang lain meskipun kehidupannya sendiri terbengkalai tak karuan, IBU.
***
Beliau yang merangkak dari tempat peraduan hanya tuk sekedar mengambil air tuk mensucikan batin di tengah lelapnya kota. Di tengah gurauan nyamuk yang berdendang, pesta pora darah segar. Di antara wajah-wajah buah hatinya yang masih bermimpi indah entah kemana. Bermunajat, mengadu kepada Sang Pemilik Dini Hari, berharap atas kebaikan di dunia dan akhirat, terlebih untuk gumpalan daging yang pernah ia kandung. Itu dilakukannya setiap hari. Bagi beliau sepertiga malam adalah waktu yang tepat untuk curhat, merapalkan sejumlah doa yang menjadi pengharapan yang kelak akan ia panen pada waktunya tiba. 
Sesekali aku dengar, beliau menangis. Aku hanya terdiam tak mampu membuka mulut meski mata ini sudah terbuka lebar-lebar. Mendengar lantunan ayatNya, membuatku semakin tergugu, ibuku wanita hebat. 
Sedini hari beliau bangun, menuntaskan kewajibannya, dan berlari pontangpanting menyiapkan segala keperluan perut kami. Ibuku bukan ibu rumah tangga biasa, yang setiap saat bisa melayani segala keperluan suami dan anak-anaknya sepenuhnya. Ibuku, buruh negara. Beliau, ketika matahari bersinar malu-malu, berangkat menuju ladang amalnya yang berjarak puluhan kilometer, melewati jalan yang tak beraspal, dimana kotoran kerbau pembajak menjadi pemandangan yang sangat biasa. Sebuah sekolah setaraf sekolah dasar menjadi sebuah penghiburan sekaligus penyemangatnya untuk menyambung hidup. Ibuku bukan seorang pegawai, untuk itulah aku sebut sebagai buruh. Beliau mengajar tanpa bertengger NIP di bawah namanya dalam raport kelas 6 itu. Ya, ibuku seorang pengajar yang tak digaji sesuai dengan ketetapan pemerintah. Itu sudah berlangsung belasan tahun. Bukannya tak pernah ibuku mengajukan surat kedinasannya kepada birokrasi yang mengaku mengayomi masyarakat itu, puluhan kali bahkan, ah aku tak terlalu paham apa yang tersembunyi dibalik jas-jas mereka yang menggelembung menutupi buncitnya perut mereka. Meskipun begitu, aku kadang terhenyak, malu sendiri, murid-muridnya sangat menyayanginya, setiap beliau ulang tahun ada saja yang mereka beri kepada ibuku, bahkan aku sendiri kadang lupa kapan ulang tahunnya. Sungguh memalukan. =.=" Setiap lebaran, mereka anak-anak desa seperti turun ke kota, jauh-jauh ke gubug tua kami (gubug kami memang benar-benar tua, umurnya melebihi gabungan umur penghuninya) tuk sekedar mencium punggung tangan ibuku, merapalkan sedaya lepat nyuwun pangapunten-nya. Ah so sweet. :') Ibuku, banyak yang menyayanginya.
Mungkin dari sosok beliaulah kutemukan  "guru pahlawan tanpa tanda jasa". 
Ibuku memang tak sempurna, bahkan jauh dari kesempurnaan, ya tak semua permintaan kami beliau turuti, baiklah perlunya kami memahami keadaaan. Harus malah. Kadang kata sindirannya sangat mengena, kenyinyirannya membuatku limbung, tapi sedikit kasih sayangnya meluruhkan segala amarahku. Memang tak selamanya aku sejalan dengan beliau, ada sedikit jurang jika kami berbeda pendapat atas perspektif tertentu. Tapi, kepada beliaulah semua penghujung pengharapan-pengharapan yang kulantunkan. Kutulis rangkaian doa di langit biru sana dan aku frame dengan sebuah pelangi yang melingkari hanya untukmu seorang, IBU. Ketauhilah, anakmu ini sedang berjuang untukmu. :') :* 
Maav jika aku belum menjadi anak yang bisa menuruti semua perkataanmu
Maav jika kadang perkataanmu sering aku abaikan
Maav jika aku lebih banyak mengecewakan daripada membanggakan
Maav, aku malu tuk terus meminta
Maav jika aku tak pandai mengungkapkan afeksiku
Maav, jika aku tak mampu menghapus air matamu
Maav jika aku sering mengeluh tanpa memikirkan perasaanmu
Maav jika aku terus menangis, sampai detik ini belum ada yang bisa aku persembahkan untukmu
Maav aku bukan anak yang berbakti.
meskipun byk org bilang aku replika remajamu, tp kubilang engkau lebih lebih cantik waktu muda dulu :')
Ibu, sampai kapanpun aku tak pernah sanggup melihatmu tak ada lagi disisiku. Kau tahu? Aku begitu menyayangimu. :'(

Sabtu, 14 Mei 2011

Its a Long Journey

1 commentfootprint
Bukan keinginan kita dilahirkan dari rahim seorang ibu yang mana, dibesarkan di keluarga seperti apa, atau menjalani kehidupan yang bagaimana. Bukan keinginan kita. Sama sekali.
Jika sedari kandungan diberitau pun , sepertinya akan ada negosiasi antara saya dan Tuhan, eh? boleh?
Bukannya saya menyeseli kenapa, apa dan bagaimana bisa terjadi.
                                                                         

Kamis, 01 Juli 2010

Flash Back

0 commentfootprint
Bulan juli udah dateng. Sampai jumpa lagi taun depan juni, i hope so.
Gak kerasa banyak kejadian di bulan juni yang agak menyita perhatian emosional, spiritual, intelegensiaku. Pengen bisa langsung dishare tapi mesti gak sempet, entah karena alesan aku lagi di magelang gak sempet ke warnet, atau gak sempet ke SAT kalo lagi di solo. Sedikit cerita sampe sekarang aku belum punya lepi pribadi. Silahkan judge aku katrok, ndeso, ra njamani, primitip, kampungan, kere, ra gaol, ra well, ra asik, lan sapiturute . :D .Jadi sodara2 aku adalah orang masa sekarang yang tidak bisa dikriteriakan manusia seutuhnya menurut pembangunan nasional. #BLAH alasannya sih :
1. di rumah solo uda ada PC
2. lepi babe gak boleh dibawa ke solo (powQil)
3. gak berani minta emak buat mbeliin
Pengen beli pake uang sendiri, hiks kalo bisa sih, dari SMA uda kebiasaan buat beli barang pribadi sendiri, gak kayak sekarang, bisanya cuma nadah minta duit, telp minta transfer, masalahnya waktu SMA gue bener2 ngrasa tajir, hihi, kelas 2 SMA tu glory banget dah, dapet duit dari mana mana, mungkin kalo dikumpulin lagi 5jutaan nyampe dah tu, uang pembinaan dari kepsek krn sering ngikut lomba, uang saku kalo ikut lomba, uang pembinaan dari diknas, besiswa sekolah, beasiswa dari bank BRI, apalagi kalo menang lomba, wuuuuih, pernah dapet 4juta dibagi 3orang  karena lomba kelompok, gloryyy banget!! Na sekarang?

Oke , lupakan sejenak! Uda mulai ngelantur.


Juni. the most beautifuldamnblossommonth! Entah kenapa aku paling suka bulan yang bertepatan tengah semester ini. Juni : ada awal ada akhir.
15 Juni.
Ketika aku berumur 6 tahun, aku gak pernah berpikir bakalan bisa nglewati umur sampe 19 th. Tapi disinilah aku, masi di bumi yang sama menghirup udara dengan atmosfer yang berbeda 5, 7, 9, 11 atau 19 tahun yang lalu.
Sedikit berbeda dengan 2 tahun lalu, kala aku berumur 17 tahun. Have u ever heard about bearly? Yeah, its my teddybear which was given to me by someone-not-special-ever.
Sekarang Gak kan da teddy tedddy lainnya lagi, dinner, a bouquet of rose, ah apa apaan itu semua, yang ada hanya perhatian dari orang2 sekitar.
Thx buat mbkQ yang rela mbeliin b-day cake malem2 dateng abis nglembur kerjaan, thx buat Khoirul Muttaqin, sobat paling geblek, thx ya atas surprise nightnya, bener2 bikin mati muda! Watch out ni anak kayake mengidap komplikai rabies epilepsia ayanisme yang gejalanya sering ngikik2 gila mengeluarkan busa dan kejang2, can u imagine that? hahahahah thx buat buku2nya, i really enjoy them.
THx buat Lia Fatra iana A.R dan jeng Lerry Noviatama yang uda ngasih girl stuffnya, hihi lucu :3. thx yiiiiiiiik buat kupingmu yg mau ndengerin mulutku, :D

20 juni.
apaan coba? penting ya?
USM STaN sodara2, ektueli it kills me inside -_-', beibeh!
Pertama saya memang merespon terlalu biasa untuk bersekolah disitu, tapi niatku hanya menjalankan misi suci yaitu memberikan apa yang ibuk mau. Sodara2, ibuk saya adalah orang yang gak sempurna, bukan tipe ibuk yang selalu memenuhi apa mau anaknya dikarenakan kondisi, tipe yang keras untuk mengajarkan disiplin terutama hal yang berbau agama, tipe pemikir mengorbankan apa saja agar anaknya bisa tercukupi, tipe yang selalu bilang "jangan" bukan "boleh". Lihatlah orang tua itu, kini tubuhnya tak semuda umurnya. Ah, selalu saja membuatku menangis. Meskipun seperti di bawah tekanan kemauannya, tak tau aku selalu menangis karena memang aku sayang bangettttttttttt.
Kapan terakhir aku membuatnya senyum menangis berderai air mata sekaligus? Aku hanya pernah melihatnya satu kali! Satu kali! Waktu detik pengumuman masuk SMAN 1 Magelang, sungguh mengharukan! Tapi kapan beliau menbuatku senang dan terpenuhi? Everysecond she does! Adilkah ini?
Tuhan, Engkau pasti Mahatahu kan? Berikanlah yang terbaik untuk kami, aku tak ingin memaksakan kehendakku, tetapi sayangilah ibuku, kabulkanlah permintaannya dan doanya lewat aku jika aku mampu. Becoz I really love her so much.
She is my center hepiness.
 

A Walk to Remember Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template